Skip to content

Bertanam Jahe Merah dengan Media Karung Plastik

November 16, 2012

  1. A.      Tujuan

Tujuan bertanam jahe dengan media karung adalah :

  1. Penghematan lahan
  2. mempermudah pengendalian gulma
  3. mengkondisikan tanah agar lebih gembur sehingga rimpang jahe akan lebih mudah berkembang
  4. merupakan upaya pengembangan lahan secara vertikal (Vertikultural)
  5. hasil lebih banyak

 

Sebelum memulai bagaiman cara bertanam jahe merah dengan media karung kita bahas dulu tentang sejarah dan deskripsi tanaman jahe

 

  1. Sejarah Singkat

Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

 

  1. Uraian Tanaman

 

  1. Klasifikasi

Divisi                                        : Spermatophyta

Sub-divisi                               : Angiospermae

Kelas                                        : Monocotyledoneae

Ordo                                        : Zingiberales

Famili                                       : Zingiberaceae

Genus                                     : Zingiber

Species                                   :Zingiber officinale

 

  1. Deskripsi

 

Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ; tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, dan tidak berbulu; seludang agak berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2

 

 

 

  1. Jenis Tanaman

 

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

  • Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  • Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
  • Jahe merah. Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

 

  1. Manfaat Tanaman

 

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

 

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

 

 

  1. B.       Cara Bertanam Jahe Merah Dengan Media Karung Plastik
  2. Pemilihan bibit
    1. hendaknya bibit yang dipilih adalah bibit yang  telah berumur 9 sampai 12 bulan.
    2. jangan membeli bibit dipasar karena sudah banyak yang rusak dan bahan tunasnya telah banyak yang lecet
    3. bibit sudah kering kadar airnya rendah

 

  1. Persiapan Media

 

  1. Media Semai
  • pasir dengan ketebalan kurang lebih 10 cm
  • baskom atau tempat persemaian khusus yang telah dipersiapkan
  • pupuk organik padat

 

  1. Media Tanam
  • karung plastik berukuran minimal 45cm X 75cm
  • tanah
  • Pupuk organik padat

 

  1. cara bertanam jahe merah dengan media karung

 

  1. Penyemaian
  • tebar bibit pada media yang telah disiapkan
  • tutup dengan pupuk organik
  • tutup media tersebut dari sinar matahari langsung

 

  1. penanaman
  • siapkan media dengan campuran pupuk dengan tanah 1:3
  • ambil jahe dari penyemaian yang telah memiliki minimal 3 daun
  • masukan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kedalam karung
  • tanam bibit jahe dan usahakan akar jangan sampai terlipat
About these ads

From → pertanian

5 Komentar
  1. aduh aku salah makasih ya infonya

  2. willy permalink

    pak, saya mau bertanya, karung goni bekas apa yang tahan untuk tanam jahe? soalnya saya tanam jahe di karung goni, umur 4 bulan karungnya sudah lapuk. mohon penjelasan.

    • kalao nggak ada karung bisa pakai polybag kok
      sekarang udah banyak kok polibag ukuran besar cari aja polibag ukuran 60 x 60 cm

  3. retno permalink

    kira kira harga polybag 60X60cm berapa ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 586 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: